PENYESUAIAN TOM-NEXT

Forex broker anda akan membuat perubahan pada harga pembukaan posisi anda ketika anda menahan posisi trading lewat dari semalam. Ini disebut dengan penyesuaian Tom-Next, atau Tom-Next Adjustnment. “Tom-Next” adalah singkatan dari istilah dalam Bahasa Inggris Tomorrow-Next day (keesokan hari).

Tom-next adalah proses penting bagi para trader jangka panjang yang menahan posisi mereka lebih dari sehari, tetapi tidak ingin melakukan delivery terhadap mata uang. Di sini, broker secara otomatis menutup trading pada nilai-tukar penutupan, lalu membukanya kembali keesokan hari pada nilai-tukar atau harga pembukaan.

Seringkali, trader tidak mengambil delivery fisik dari pasangan mata uang yang ditradingkan dalam pasar Forex. Ini biasanya berdampak pada Tom-next. Namun demikian, Tom-next tidak berlaku apabila trader menutup posisi pada hari yang sama sebelum pukul 17:00 EST karena tidak ada delivery yang dilakukan lewat dari tengah malam.

Ini berarti broker Forex akan memberlakukan roll-over, atau mengenakan swap, pada posisi anda dan mengopernya ke kontrak baru yang dimulai di hari selanjutnya. Hasil akhirnya adalah sebuah penyesuaian, bisa naik bisa juga turun, dari harga pembukaan posisi anda di hari berikutnya. Inilah alasannya mengapa anda mungkin merasa ada perbedaan kecil pada harga pembukaan dari masing-masing hari.

Selama proses rollover, broker anda akan mengkredit atau mendebit rekening trading anda berdasarkan perubahan suku bunga. Jika anda memasang long pada mata uang dengan suku bunga yang lebih tinggi, maka broker akan memberikan kredit pembayaran bunga swap pada akun anda. Sebaliknya, jika anda memasang long atas mata uang dengan suku bunga yang lebih rendah, broker anda akan menarik biaya bunga dari akun anda. Biasanya, delivery atau pembayaran bunga-bunga ini dilakukan paling lambat dua hari setelah transaksi dilakukan.

Bagaimana menghitung penyesuaian tom-next?

Ada beberapa faktor yang perlu dipertimbangkan dalam menghitung suku bunga Tom-next, antara lain level penutupan dari posisi sebelumnya dan juga perubahan nilai suku bunga. Swap Point, yang diambil dari Bank Tier-1, ditambah bunga dari keuntungan atau kerugian belum terealisasi, hal-hal tersebut akan berdampak perubahan pada saldo akun anda.

Misalkan anda melakukan long atas USD/JPY pada saat rollover, dengan harga masuk (entry price) rata-rata 115.00. Kemudian, anda memutuskan menahan posisi anda. Quote untuk Tom-next swap point yang diambil dari bank adalah 0.020 – 0.015.

Pada saat rollover, broker anda menjual dan membeli USD, dan pada saat yang sama membeli dan menjual JPY. Hasil akhirnya adalah anda mendapatkan bid rate 0.015. Pada saat yang sama, harga rata-rata dari posisi anda akan berkurang sesuai jumlah swap point Tom-next. Harga penyesuaian baru dari posisi anda dengan demikian adalah 115.00 – 0.015 = 114.895.

Rollover yang dilakukan pada hari Rabu akan dikenakan bunga untuk dua hari sebagai kompensasi akhir pekan ketika Bank tutup. Broker anda akan secara otomatis memberikan kredit atau mengenakan debit pada saldo rekening anda.

 

Aktivitas Trading Forex dan Kontrak Berjangka (CFD) tidak untuk semua kalangan investor dan memiliki risiko tinggi kerugian dalam waktu singkat karena penggunaan leverage. 75-90% investor ritel mengalami kerugian dalam aktivitas trading produk-produk ini. Anda harus benar-benar menimbang terlebih dahulu bahwa anda mengerti cara kerja CFD dan bahwa anda mampu menanggung risiko tinggi yang bisa berdampak pada kerugian uang.