STRATEGI TURN TRADE

Memiliki sistem trading mekanis sangatlah penting bagi para trader teknis. Sitem mekanis membolehkan trader untuk berpusat pada peluang-peluang trading yang spesifik pada pasar. Ini adalah keterampilan yang penting karena pasar memberikan pola yang tidak kunjung putus sehingga para trader perlu mencari cara untuk mengubah pola pergerakan tersebut. Dengan adanya sistem mekanis, tidak perlu lagi analisis subjektif sehingga ada lebih banyak ruang untuk fokus.

Strategi Turn Trade adalah strategi trading tren mekanis dengan cara melakukan trading sesuai arah tren yang dominan dan sedang berjalan.

Mengembangkan strategi trading mekanis yang baik sangatlah penting untuk kesuksesan akun trading ukuran apa pun. Strategi mekanis membantu trader menemukan peluang trading yang lebih sulit ditemukan—baik besar maupun kecil.

Meskipun strategi Turn Trade adalah strategi trading sesuai tren, strategi ini membeli pada harga rendah dan menjual pada harga tinggi. Tetapi ini dilakukan dalam konteks trading sesuai arah tren dominan. Ini dilakukan menggunakan:

  • Rata-rata bergerak – salah satu indikator terpopuler di kalangan trader dalam mengukur tren pasar.
  • Garis-garis atau pita-pita Bollinger (Bollinger Bands) untuk menemukan kondisi-kondisi overbought dan oversold pada pasar.
  • Analisis muti kerangka waktu untuk mengatur waktu pada pasar. Kita akan membahas ini pada artikel terpisah dan tidak akan dijelaskan terlalu detil di bawah.

aturan strategi turn trade

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, kita menggunakan dua rangkaian indikator teknis utama dalam penerapan strategi ini. Saya memutuskan untuk menyisihkan terlebih dahulu Analisis Multi Kerangka Waktu untuk dibahas lebih lanjut di lain waktu.

Yang digunakan di sini adalah rata-rata bergerak sederhana (Simple Moving Average/SMA) dengan 20-periode diterapkan pada bagan harian. Rata-rata bergerak 200-hari dianggap salah satu rata-rata bergerak paling berpengaruh dalam analisis teknis. Karena 20 adalah pecahan dari 200, ia sangat berguna karena mudah dipakai dalam perhitungan.

Strategi 20-SMA melibatkan trading data selama sebulan penuh. Maka dari itu, ia memberikan trader informasi yang baik akan harga rata-rata dari suatu bulan.

Indikator teknis kedua yang digunakan adalah Garis-garis atau pita-pita Bollinger (Bollinger bands). Garis-garis Bollinger adalah indikator volatilitas yang digunakan untuk menemukan keadaan overbought dan oversold. Garis-garis Bollinger digunakan pada kerangka waktu 1-jaman.

Setup untuk strategi Turn Trade membutuhkan dua rangkai garis-garis Bollinger pada platform MT4 anda. Yang pertama harus punya tiga standar deviasi (3SD) dan yang kedua harus punya dua standar deviasi (2SD). Dua rangkai garis-garis tersebut akan membentuk saluran trading yang memuat price action.

Gambar 1: Konfigurasi Setup Turn Trade

Aturan-aturan setup pembelian:

  • Pada bagan harian, harga harus berada di atas 20-SMA;
  • Hanya ambil posisi long menggunakan kerangka waktu 1-jaman untuk mengatur waktu pasar;
  • Tunggu sampai harga menembus ke bawah, tetapi harus menutup di atas garis-garis Bollinger 2SD-3SD bawah sebelum melakukan pembelian pada harga pasar terkini;
  • Letakkan Stop Loss 10 pips di bawah swing rendah;
  • Ambil profit sebagian/parsial pada 50% dari risiko (misalnya jika risiko anda 50 pips maka ambil profit 25 pips di atas posisi masuk).
  • Pindahkan level support (SL) ke titik Breakeven (BE) setelah take profit 1 (TP1) tercapai;
  • Lakukan take profit pada paruh kedua trade setelah harga melakukan test pada garis-garis Bollinger 2SD-3SD atas;

Aturan-aturan setup pembelian:

  • Pada bagan harian, harga harus berada di bawah 20-SMA;
  • Hanya ambil posisi short menggunakan kerangka waktu 1-jaman untuk mengatur waktu pasar;
  • Tunggu sampai nilai harga menembus ke atas, tetapi harus menutup di bawah Garis-garis Bollinger 2SD-3SD bawah sebelum melakukan penjualan pada harga pasar terkini;
  • Letakkan Stop Loss 10 pips di atas swing rendah;
  • Ambil profit sebagian/parsial pada 50% dari risiko (misalnya jika risiko 50 pips kemudian lakukan take profit 25 pips di bawah posisi masuk);
  • Pindahkan level support (SL) ke titik impas (breakeven/BE) setelah Take Profit 1 (TP1) tercapai;
  • Lakukan take profit pada paruh kedua trade setelah harga melakukan test pada garis-garis Bollinger 2SD-3SD atas;

Contoh trading

Berdasarkan bagan harian GBP/USD di bawah, anda dapat melihat bahwa pada pertengahan April terjadi penembusan ke atas 20-SMA. Ini artinya bahwa tren yang berjalan adalah menanjak. Jadi kita hanya perlu mengambil posisi long berdasarkan strategi Trade Turn.

Gambar 2: Bagan Harian GBP/USD

Pindah ke kerangka waktu 1-Jaman (lihat Gambar 3), kita akan menunggu sampai keadaan ideal sebelum mengambil posisi long. Perhatikan bahwa pada retracement pertama ke dalam garis-garis Bollinger 2SD-3SD bawah terlihat sinyal long (long signal) yang terpicu. Sekarang, kedua area take profit kita telah tercapai pada jam-jam berikutnya.

Gambar 3: Bagan 1-Jaman GBP/USD

Strategi Turn Trade menunjukkan kelebihan melakukan trading sesuai arah tren, dan juga memanfaatkan penggunaan analisis multi kerangka waktu untuk mengatur waktu pada pasar. Trading searah dengan tren juga berarti mengalami kerugian yang lebih sedikit, sebuah alasan yang baik untuk menerapkan strategi Turn Trade dalam trading anda.

Aktivitas Trading Forex dan Kontrak Berjangka (CFD) tidak untuk semua kalangan investor dan memiliki risiko tinggi kerugian dalam waktu singkat karena penggunaan leverage. 75-90% investor ritel mengalami kerugian dalam aktivitas trading produk-produk ini. Anda harus benar-benar menimbang terlebih dahulu bahwa anda mengerti cara kerja CFD dan bahwa anda mampu menanggung risiko tinggi yang bisa berdampak pada kerugian uang.